Tarian Tradisional Jawa Barat ( Macam Macamnya + Video) Lengkap

Tarian Tradisional Jawa Barat Georg Eberhard Rumphius (1627-1702)
Ia lahir di Jerman dan dipekerjakan oleh Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di Ambon, sebelah timur Indonesia. Lima puluh Jawa Barat tahun sebelum Linnaeus memperkenalkan nomenklatur binomial pada ilmu biologi, Rumphius menyelesaikan karyanya sendiri lebih dari 20 tahun. Buku Herbarium Amboinense (Het Amboinsche kruidboek) yang terdiri dari 1.660 halaman dan 700 piring deskripsi dan ilustrasi anggrek pertama kali diterbitkan di Amsterdam antara 1741-1750, 40 tahun setelah kematiannya. Keindahan Ambon menginspirasi dia untuk menggambarkan dan menulis tentang keanekaragaman flora dan fauna yang dia lihat. Ia dimakamkan di Ambon pada 15 Juni 1702.

Tarian Tradisional Jawa Barat

2. Carl Linnaeus (1707-1778)
Carl von Linne, juga Tarian Tradisional dikenal sebagai Carollus Linnaeus adalah seorang ahli botani Swedia dan merupakan yang paling Jawa Barat terkenal dari semua ahli botani sistemik. Sistem nomenklatur binomial untuk penamaan ilmiah tumbuhan dan hewan masih digunakan sampai sekarang. Diterbitkan pada 1753, bukunya Species Plantarum mencakup 59 spesies anggrek dalam 8 genera. Untuk pekerjaannya yang berdedikasi di bidang botani, ia dikenal sebagai “Bapak Botani Modern”. Publikasi lainnya adalah Genera Plantarum, Systema Nature, dan Philosophia Botanica.

Tarian Tradisional Jawa Barat Serta Jenis

3. Karl Ludwig Blume (1796-1862)
Blume menggantikan Tarian Tradisional Reinwardt (direktur pertanian pertama dari kebun raya di Bogor, Jawa Barat) sebagai direktur Kebun Jawa Barat Raya Buitenzorg (Kebun Raya Bogor) pada tahun 1822. Di bawah kepemimpinannya, buku pertama yang menggambarkan anggrek Jawa dan pulau-pulau yang berdekatan diterbitkan pada tahun 1825 dengan nama Tabellen en Platen vow de Javaansche Orchideen. Publikasi lain yang memberikan kontribusi besar bagi pengakuan flora Jawa termasuk Bijdragen tot de Flora von Nederlansch Indie dan Flora Javae et Insularum berdekatan.

4. John Lindley (1799-1865)
Dia adalah ahli botani Tarian Tradisional dan anggrekologi Inggris. Dengan semakin banyaknya genera dan spesies anggrek baru yang Jawa Barat ditemukan pada 1800-an, terminologi yang digunakan untuk menggambarkan Keluarga Anggrek menjadi semakin membingungkan. John Lindley mengembangkan sistem untuk mengklasifikasikan semua anggrek dunia yang dikenal dan dengan demikian ia dikenal sebagai “Bapak Anggrekologi Modern”. Publikasi tentang Anggrek antara 1830-1860, termasuk Genera dan Spesies Tanaman Anggrek, Folia Orchidaceae dan The Sertum Orchidaceum dipenuhi dengan pelat warna dan deskripsi. Dia mengumpulkan lebih dari 7000 tanaman termasuk anggrek.

Tarian Tradisional Jawa Barat  Lengkap

5. Heinrich Gustav Reichenbach (1823-1889)
Dia adalah ahli anggrek Tarian Tradisional Jerman terkemuka. Ayahnya juga seorang ahli botani terkenal, bernama Heinrich Gottlieb Ludwig Jawa Barat Reichenbach. Setelah Era Lindley, Reichenbach menjadi “Raja Anggrek”. Semua spesimen anggrek dari seluruh dunia dikirim kepadanya untuk identifikasi dan deskripsi, dan membentuk herbarium besar yang menyaingi spesimen Lindley’s di Kew. Setidaknya 1.500 lukisannya dikhususkan untuk anggrek Eropa. Pada 1852, ia menerbitkan sebuah karya tentang asal dan struktur serbuk sari anggrek. Semua catatan kliping, gambar, dan memo informasi yang sampai di tangannya disimpan dengan aman di herbariumnya, harta karunnya yang paling berharga.

6. Sir Hugh Low (1824-1905)
Low adalah ahli anggrek Tarian Tradisional pertama yang menggarap anggrek Borneon, memasuki wilayah perawan untuk menemukan anggrek baru dan Jawa Barat indah seperti Coelogyne pandurata, Coelogyne aspirate, Dendrobium low, Paphiopedillum low, dan Arachnanthe low. Dia juga menemukan anggrek “permata” asli, Haemaria dan Anoectochilus, yang dikenal sebagai Daun Lo (Daun Rendah) atau Boenga Lo (bunga Rendah). Dia mengumpulkan anggrek di Kalimantan Barat, dan Kepulauan Anambas dan Natoena.

Jika Anda ingin melihat Tarian Tradisional banyak koleksi anggrek, Anda dapat mengunjungi Kebun Raya Bogor & Kebun Cibodas di Jawa Barat, Indonesia. Jika Anda tidak tahu bagaimana menuju ke sana, Anda dapat meminta seorang pemandu wisata Bogor untuk menjemput Anda ke taman.

Terkadang repertoar cerita Panji dan cerita Menak tampil baik.

Wayang, oleh para pendahulu negara ini benar-benar sangat berarti. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah berperan penting dalam mengembangkan Wayang. The Guardian di tanah Jawa diatur menjadi tiga bagian. Wayang Kulit Pertama di Jawa Timur, Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah, dan tiga Wayang Golek di Jawa Barat. Sangat saling terhubung satu sama lain. Yaitu “Di mana isinya (Wayang Wong) dan Di mana Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)”.

Tarian Tradisi Jawa Barat ( Macam Macamnya + Video) Lengkap

Wayang dikenal sejak zaman prasejarah sekitar 1500 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Indonesia memegang kepercayaan [penyembahan] pemujaan terhadap roh leluhur yang disebut atau Dahyang Hyang, dimanifestasikan dalam bentuk [patung] atau gambar.

Wayang adalah seni tradisional Indonesia yang dikembangkan terutama di Jawa dan Bali. UNESCO telah mengakui pertunjukan boneka pada tanggal 7 November 2003, sebagai sebuah karya cerita. Budaya yang luar biasa dalam narasi dan warisan yang indah dan. Berharga (Karya Agung Warisan Lisan dan Takbenda Kemanusiaan).

Ada versi boneka dimainkan oleh orang-orang dalam kostum, yang dikenal sebagai orang-orang wayang, dan ada juga koleksi wayang memainkan wayang boneka. Drama wayang adalah semacam wayang atau pertunjukan wayang. Sebuah kisah yang diceritakan dalam pertunjukan wayang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana.

Pertunjukan wayang di setiap negara memiliki teknik dan gaya sendiri, sehingga wayang dibuat di Indonesia orang Indonesia yang memiliki cerita asli, gaya dan dalang yang luar biasa.

7. Henry Nicholas Ridley (1855-1956)
Ridley adalah Direktur Tarian Tradisional Ilmiah pertama Singapore Botanic Gardens. Ia menyelesaikan studi tentang anggrek Kalimantan dan Jawa Barat Semenanjung Malaya yang dimulai oleh Sir Hugh Low. Charles Curtis dan David Burke. Koleksi botani-Nya berjumlah sekitar 50.000 spesimen dengan sekitar 3.000 spesies baru untuk ilmu pengetahuan. Publikasi monumentalnya adalah Flora dari Semenanjung Melayu yang diterbitkan antara tahun 1922 dan 1925. Ia juga menerbitkan The Dispersal of Plants Through the World pada tahun 1930 Tarian Tradisional Jawa Barat.